Pedagang kaki lima itu mendorong gerobagnya.
Hari ini begitu sepi pembeli
Sudah jarang anak-anak muda membeli serabimu
Mereka lebih suka membeli dorayaki yang pedagangnya tak bermata sipit
Bungkus daun pisangmu sudah layu seperti kuyu tubuhmu yang mulai renta
Dimakan umur, dihisap gerobagmu yang as rodanya mulai berkarat
Kau harus mendorongnya kuat-kuat
Sendirian tanpa teman, tanpa senyuman
Daganganmu masih sisa banyak sore ini
Padahal kau sudah berangkat pagi-pagi sekali
Biar kau banyak rengkuh uang segerobak
Memungut uang dari para pejalan kaki, pelari pagi
Yang dulu setia membeli serabimu
Dengan aroma asap kayu bakar dan wajan gosongmu
Serabimu dulu sangat terkenal
Hari ini dorayaki, konon kata anak-anak muda lebih bergengsi
Apakah kau tak ingin ganti bungkus serabimu dengan plastik-plastik transparan itu
Atau kalau tidak dengan koran bekas mungkin?
Bukankah daun pisang yang kian jarang kau jumpai di pasar?
Bukankah kayu bakar sekarang sama mahalnya dengan harga minyak dan gas?
Kenapa masih saja kau pegang teguh prinsipmu
"serabi itu akan enak rasanya, ma nyus ketika di masak dengan tungku batu dan kayu bakar pohon asem. Kalau tidak begitu, rasanya akan hambar"
itu selalu kau katakan ketika serabi senjamu tak kunjung laku
aku selalu membujukmu agar kau menjadi anak buahku
berganti profesi menjadi menjadi pedagang dorayaki
tapi kau tetap bersikeras berideologi
menjadi pedagang serabi di pinggir jalan sampai mati
"aku lebih suka produk dalam negeri yang asli"
"mengisi ruang antara ada dan tiada" tempat menuang catatan jati diri, sosial budaya, agama, keseharian lokalitas wong penginyongan.
Tampilkan postingan dengan label ketika tinta tertumpah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ketika tinta tertumpah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 Juli 2008
Jumat, 13 Juni 2008
mata air malam
bulan sabit menggantung di pucuk-pucuk bambu pada malam hitam
guratan sinarnya mengkilat karena air hujan membasahinya
sebuah lagu coba kugubah layaknya penyihir bahasa
tapi tiada pernah tercipta satu nadapun
yang tercipta hanya ragu
akhirnya hanya mengingat rangkaian huruf
baru kali ini coba kutuliskan
sudah lama rangkaian itu kusimpan
selalu aku simpan dalam lubuk terdalam angan-anganku
aku menunggu ragu itu hilang
tapi ternyata tak pernah hilang
bahkan semakin panjang, semakin dalam
malam ini ketika pena memaksaku
seperti menuang kopi ke dalam gelas
aku tuangkan huruf-huruf itu ke dalam gelas kertas
kurasakan kertas itu kosong, karena putih
padahal putih itu berisi warna
ibarat kuil yang menanti pendoa
kutumpahkan rangkaian huruf yang berserakan dari anganku
kucoba memungutnya dengan susah payah dari lubuk keraguanku
inginku hanya satu
biarkan rangkaian huruf itu berkata
cinta
sayang
maaf
meningggalkanmu
terlambat
ragu
kubaca satu demi satu kata
kubaca yang pertama
aku merasa ada keindahan dan kedamaian di sana
namun semakin kubaca
aku semakin merasa bahwa kata ragu itu menyesakkanku
bahkan menyesakkan semua ke lima kata sebelumnya
ragu telah menutupi semua
ragu akan cinta
ragu akan maafmu
mungkin hanya mata yang bisa berkata
tangis senja yang mengetuk bunga kamboja putih
mengantar duka yang sia-sia diantara rumpun ilalang kering
semua basah tak kunjung menyemai
hanya benih-benih luka yang tumbuh dalam wujud puisi panjang
senyap yang selalu menghuni hati
karena ragu itu menjadi mata air kalbu
PWT, 13 juni 2008
(kadang hidup perlu memaafkan)
guratan sinarnya mengkilat karena air hujan membasahinya
sebuah lagu coba kugubah layaknya penyihir bahasa
tapi tiada pernah tercipta satu nadapun
yang tercipta hanya ragu
akhirnya hanya mengingat rangkaian huruf
baru kali ini coba kutuliskan
sudah lama rangkaian itu kusimpan
selalu aku simpan dalam lubuk terdalam angan-anganku
aku menunggu ragu itu hilang
tapi ternyata tak pernah hilang
bahkan semakin panjang, semakin dalam
malam ini ketika pena memaksaku
seperti menuang kopi ke dalam gelas
aku tuangkan huruf-huruf itu ke dalam gelas kertas
kurasakan kertas itu kosong, karena putih
padahal putih itu berisi warna
ibarat kuil yang menanti pendoa
kutumpahkan rangkaian huruf yang berserakan dari anganku
kucoba memungutnya dengan susah payah dari lubuk keraguanku
inginku hanya satu
biarkan rangkaian huruf itu berkata
cinta
sayang
maaf
meningggalkanmu
terlambat
ragu
kubaca satu demi satu kata
kubaca yang pertama
aku merasa ada keindahan dan kedamaian di sana
namun semakin kubaca
aku semakin merasa bahwa kata ragu itu menyesakkanku
bahkan menyesakkan semua ke lima kata sebelumnya
ragu telah menutupi semua
ragu akan cinta
ragu akan maafmu
mungkin hanya mata yang bisa berkata
tangis senja yang mengetuk bunga kamboja putih
mengantar duka yang sia-sia diantara rumpun ilalang kering
semua basah tak kunjung menyemai
hanya benih-benih luka yang tumbuh dalam wujud puisi panjang
senyap yang selalu menghuni hati
karena ragu itu menjadi mata air kalbu
PWT, 13 juni 2008
(kadang hidup perlu memaafkan)
Sabtu, 24 Mei 2008
jaka tarub

seandainya..
Seandainya tengah malam ini datang seorang bidadari.
Menemuiku di bilik masjid yang sepi ini.
Sementara saudara-saudaraku telah tertidur lelap dalam pangkuan-pangkuan mimpi malam.
Sementara para pedagang di jalan kampus telah banyak pulang mendorong gerobaknya.
Sementara jarum jam telah menunjukkan 00.12 WIB.
Sementara bidadari itu mengajakku terbang.
Sementara kabut malam ini begitu tebal putih dalam hitam malam.
Sementara dingin udara ini semakin memucatkan bibirku.
Sementara badanku menggigil kedinginan. Sementara ada depanku terpatung seorang bidadari.
Sementara senyumnya tersungging sangat manis dari bibirnya yang tipis.
Sementara aku semakin kedinginan.
Sementara angin itu merangkak menelusuri tubuhku yang menggigil.
Sementara rambut bidadari yang wangi itu sebagian terkena angin mengenai wajahku
Tuhan….apa yang harus aku lakukan.
Sementara bidadari itu telah hilang terbang
bersama kabut malam yang semakin meninggi
dan menjemput embun malam untuk turun ke bumi.
sementara baru aku sadari aku bukanlah jaka tarub
jaka tarub dengan tujuh bidadari yang bercengkerama dalam telaga belantara
pwt, 13 maret 2006
Seandainya tengah malam ini datang seorang bidadari.
Menemuiku di bilik masjid yang sepi ini.
Sementara saudara-saudaraku telah tertidur lelap dalam pangkuan-pangkuan mimpi malam.
Sementara para pedagang di jalan kampus telah banyak pulang mendorong gerobaknya.
Sementara jarum jam telah menunjukkan 00.12 WIB.
Sementara bidadari itu mengajakku terbang.
Sementara kabut malam ini begitu tebal putih dalam hitam malam.
Sementara dingin udara ini semakin memucatkan bibirku.
Sementara badanku menggigil kedinginan. Sementara ada depanku terpatung seorang bidadari.
Sementara senyumnya tersungging sangat manis dari bibirnya yang tipis.
Sementara aku semakin kedinginan.
Sementara angin itu merangkak menelusuri tubuhku yang menggigil.
Sementara rambut bidadari yang wangi itu sebagian terkena angin mengenai wajahku
Tuhan….apa yang harus aku lakukan.
Sementara bidadari itu telah hilang terbang
bersama kabut malam yang semakin meninggi
dan menjemput embun malam untuk turun ke bumi.
sementara baru aku sadari aku bukanlah jaka tarub
jaka tarub dengan tujuh bidadari yang bercengkerama dalam telaga belantara
pwt, 13 maret 2006
Rabu, 14 Mei 2008
di bibir samudra
Jumat, 09 Mei 2008
dunia sophie
(ketika "dunia sophie" terbeli)
kebetulan hari ini jum'at kliwon
HARDIKNAS, 2 mei 2008 tapi aku tidak ikut aksi...
ada prioritas lain yang harus dikerjakan
ini juga untuk pendidikan kemanusiaan...
tentang "dunia sophie"
sudah lama aku jatuh cinta padamu, tapi mungkin baru hari ini aku bisa mendekapmu, memelukmu, dan memandangmu sampai tiap-tiap centimeter bagian putih dan hitam warna pakaian luar dan pakaian dalammu..
adanya dirimu tidak lepas dari kausalitas peristiwa hari ini dan hari kemarin, terutama keberanian diriku untuk berhutang d
emi bisa menemuimu , memilikimu. yah memilikimu karena cinta bagiku adalah harus memiliki, bukan tidak harus memiliki.
kausalitas ini juga tidakterlpas dari kelembutan hati seorang Ahmed yang telah menjadi kran penghantar atau utusan Mikail untuk beradanya dirimu. keikhlasan dan kesediaan seekor makhluk "vespa"juga turut membantu mengantar sang pecinta sampai menuju pelaminan. pelaminan di sebuah bilik suci yang berpintu kayu jati pilihan dan daun pintu berwarna emas. berserta ranjang pengantin ungu yang bermotif beribu-ribu kuntum bunga surgawi.
konon ranjang itu adalah ranjang pengantin bagi para penjaga masjid dengan 40 bidadari langit yang bercahaya dan selalu terpesona dengan alam filsafat yang ada pada dirimu, dan juga ada pada kitab-kitab kehidupan yang telah tersimpan dalam Lauhul Mahfud-Nya
akhirnya semoga setiap energi yang aku persembahkan ketika bercinta dengan mu tidak sia-sia . semoga kelak lewat rahimmu lahir anak-ank kehidupan yang mampu dan mau membaca sekaligus berani berzina dengan kebaikan...
akhirnya
seperti kata Sokrates
"yang aku tahu bahwa aku tidak tahu"
kebetulan hari ini jum'at kliwon
HARDIKNAS, 2 mei 2008 tapi aku tidak ikut aksi...
ada prioritas lain yang harus dikerjakan
ini juga untuk pendidikan kemanusiaan...
tentang "dunia sophie"
sudah lama aku jatuh cinta padamu, tapi mungkin baru hari ini aku bisa mendekapmu, memelukmu, dan memandangmu sampai tiap-tiap centimeter bagian putih dan hitam warna pakaian luar dan pakaian dalammu..
adanya dirimu tidak lepas dari kausalitas peristiwa hari ini dan hari kemarin, terutama keberanian diriku untuk berhutang d
emi bisa menemuimu , memilikimu. yah memilikimu karena cinta bagiku adalah harus memiliki, bukan tidak harus memiliki.kausalitas ini juga tidakterlpas dari kelembutan hati seorang Ahmed yang telah menjadi kran penghantar atau utusan Mikail untuk beradanya dirimu. keikhlasan dan kesediaan seekor makhluk "vespa"juga turut membantu mengantar sang pecinta sampai menuju pelaminan. pelaminan di sebuah bilik suci yang berpintu kayu jati pilihan dan daun pintu berwarna emas. berserta ranjang pengantin ungu yang bermotif beribu-ribu kuntum bunga surgawi.
konon ranjang itu adalah ranjang pengantin bagi para penjaga masjid dengan 40 bidadari langit yang bercahaya dan selalu terpesona dengan alam filsafat yang ada pada dirimu, dan juga ada pada kitab-kitab kehidupan yang telah tersimpan dalam Lauhul Mahfud-Nya
akhirnya semoga setiap energi yang aku persembahkan ketika bercinta dengan mu tidak sia-sia . semoga kelak lewat rahimmu lahir anak-ank kehidupan yang mampu dan mau membaca sekaligus berani berzina dengan kebaikan...
akhirnya
seperti kata Sokrates
"yang aku tahu bahwa aku tidak tahu"
ruang imajiner
di depan komputer
aku coba memposting baru....
tapi hari ini kenapa gagal terus...
akhirnya aku coba posting gambar bidadari dunia yang telah menjadi san
tapan publik.....
wajahnya masya allah,
aku jadi membayangkan berarti peri-peri syurga melebihi indah dan mulia akhlak seorang Nabila Syakieb ini kali yaa..heeeee....
ya sudahlah "jodoh di tangan TUHAN dan logikanya ketika kita tak pernah mencari berusaha untuk mendapatkannya tetap di tangan TUHAN" gitu kali...
ya sudahlah
robbana hablana min azwajina....lil muttaqina imamaa.Amiiin
(ternyata ada kesalahan dengan file yang mau aku posting)
aku coba memposting baru....
tapi hari ini kenapa gagal terus...
akhirnya aku coba posting gambar bidadari dunia yang telah menjadi san
tapan publik.....wajahnya masya allah,
aku jadi membayangkan berarti peri-peri syurga melebihi indah dan mulia akhlak seorang Nabila Syakieb ini kali yaa..heeeee....
ya sudahlah "jodoh di tangan TUHAN dan logikanya ketika kita tak pernah mencari berusaha untuk mendapatkannya tetap di tangan TUHAN" gitu kali...
ya sudahlah
robbana hablana min azwajina....lil muttaqina imamaa.Amiiin
(ternyata ada kesalahan dengan file yang mau aku posting)
Senin, 21 April 2008
Berkhayal Surga
Sebelum aku sampai pada pagi hari yang dingin
Kemarahanku bukanlah kemarahanku
Karena marahku, itu protes hatiku
Atas keadaan yang ada
Kemarahanku untuk diriku sendiri
Menjalani kasih sayang
……………..
Hari itu syurga telah turun ke bumi
Menunjukkan kepadaku ketenterammnya
Bidadaripun memberikan senyum cahayanya
Namun seiring kepergianmu
Syurga itupun seakan ikut pergi
Mungkinkah itu hanya sebagai harapanku
Dan syurga itu untukku
Tapi bukan untuk sekarang
Aku sadar syurga sejati bukanlah bertempat pada dunia
Namun tempat di nirwana
Yang hanya hati kita yang mampu mencapainya
Tuhan memang sangat sayang pada pada kita
Kita lebih baik susah payah sedikit di dunia
Untuk bahagia kekal di akhirat
Tepi semua terjadi
Karena ada cinta dan kerinduan
………………..
Saat wajah-wajah ramah menyeruak
Dalam kehidupan niscaya semua menjadi mudah
Ketika dalam dunia ini tiada kerinduan
Niscaya dunia ini hanya hitam putih
Semua karena hatimu……….
26 april 2006
Entah Yang Bersembunyi
gelegarnya panggung di Lapangan Grendeng,
tersebutlah Letto dan band-band lain
tenggorokanku masih terasa, masih…
menghalangiku untuk membuka lebar mulutku
berbagai kesibukan yang telah mengantarku
sampai dengan aku duduk di sebuah karpet hijau
musik-musik kehiduapn terus mengalir
ada protesan ketidakadilan, cinta atau entah apa lagi
maling kelas teri-maling kelas kakap
petikan syair lagu iwan fals
pengagum dan penggila musik teus berduyun-duyun
sementara sang idola tetap saja manusia
manusia biasa
sebenarnya apa sih yang luar biasa?
Manusia biasa atau musiknya?
Sementara waktu mamaksakau untuk terus tunduk padaNya
Seolah-olah musik mencoba mengalahkan waktu
Tapi tetap saja tak bisa
Waktu hanyalah jalan
Waktu hanyalah kertas kosong
kehidupanlah yang menjalankan waktu
atas perintah Sutradara Agung
sementra manusia hanya wayang
wayang antara bebas dan terpenjara
Dalangnya antara ada dan tiada
Entah dimana
namuan kuasaNya penuh
02 September 2006 17:20 WIb
Kamus Ilmiah
Ketika itu hujan rintik
Aku menjemputmu dengan uang 27 ribu
Sementara utangku belum terbayar
Entah kenapa aku merasa butuh kamu
Mungkin karena aku sedang mengerjakan tugas akhit
Aku butuh membuka –buka tubuhmu
Agar aku megerti bagaimana rupa-rupa
Otak orang lain dalam memahami dan mendefinisikan realitas
Supaya berbicara bisa, bisa bercakap
Antara das sollen dan das sein
Menjelang selasa kliwon aku menatapmu
Dalam wujud barisan huruf-huruf yang katanya bermakna
3 Desember 2007
Hujan di Bulan Maret
Hujan bulan maret masih saja binal
Sebinal mahasiswa mahasiswi kumpul kebap
Jalan Kampus yang berlobang tersenyum bahkan tertawa
Melihat cipratan air menempel di sarung putih tu
Suara anak pedagang kaki lima pecah
deru motor yang lewat…
Aku masih ingat….
Ketika kecil aku sudah tidur di awal malam
Dekapan ibu beigut hangat…aku ingat
Suara binatang malampun hilang
Yang ku dengar hanya bunyi dalam mimpi
Aku tak kenal bunyi itu
Bahkan sampai sampai sekarangpun….
Anak pedagang kaki lima itu belum tidur
padahal kemarin malam sudah jam 23: 00
tapi teiaknya masih terdengar
suara kecilnya riuh
“sudah malam” kataku dalam hati….
“bakan sudah sangat maalaam “ piirku menimpali
Mungkin karena anak kecil itu beda dengaku adulu
Aku bukan anak pedagang kaki lima
Akau anak petani yang kerjanya pagi bukan malam
Tapi aku piker apa bedanya anak pedaganang dengan anak petani …
Ah… sudahlah.
Yang penting kamu sudah dewasa
Lalau…
Pada bedanya dewasa dengan anak kecil
Aku piker tidak ada bedanya…
Sama-sama aku…
Cuma beda kata
Cuma berganti kata
Anak kecil menjadi dewasa
Orangpun akan bernaya sama…
“mau jadi apa kamu nanti?”
Sebenarnya apa cuma pertanyaan itu
yang selalu ditanyakan setiap kali bertemu
ah…sudahlah…
yang panting kamu sudah dewasa
dewasa atau tua itu pertanyaan mu sekarang
harus kamu jawab dengan lakukumu…
sementra langit mash gerimis
bulan maret belum usai
pedagang makanan masih sibuk melayano…
mahasiswa mahasiswi kumpul kebo
mereka mungkin tak punya malu
yang dalam pikiran mereka mungkin kemaluan…
ah…sudahlah…
yang penting kita tidak ikut edan…
18:54 WIB
Angin senaja bulan maret manyapu wajahku yang berjerawat
Mendung langit Purwokerto Utara seolah mendukungnya
Ementra deru mesin kendaraan roda dua
Slalu megejekku yang belum mempunyainya...
Para pedagang aneka makanan mash setia berjajar
Masih berjajar berdereatan memanjang sepanjang jalan kampus
Mungkin seperti itu juga di Jalan Bunyamin bahkan Jalan Soeparno
Aku masih duduk di sebuah boilik masjid di pinggir jalan kampus
Baru saja aku nikmati kue tart ualng tahun anak TPA-ku
“semoga ilmunya bermanfaat”
Spontan nada bicara itu keluar dari lisan sahabatku
Ketika membuka kotak kertas mungil merah
Berisi sepotong roti tart mini itu…
Di seberang jalan aku lihat
Para pedagang makanan sesekali tersenyum
sambil mengucap “silakan..”mereka menyuguhkan
“terima kasih” sambil memberikan sebungkus plastic makanan
Ucapan dan senyuim simpul mnerieingi keperian sang pembeli..
Yang aku lihat kebanyakan adalah mahasiswi-mahasiswi cantik berkulit putih
Putih karena udara purwokerto mungkin
Senja masih saja sama seperti kemarin
Mendung, dingin, dan angin….
Jalan kampus tetap ramai iringan mahsiswi-mahssiswai berperut lapar
Mencari makan untuk hidup
Atau
Mencari hidup untuk makan
Tapi aku tak peudli dengan semua itu
Yang penting aku menikmati putih kulit mereka
Yang penting aku bisa memandang wajah ayu
Yang penting aku bisa menerawang tubuh seksi mereka
Walaupun mereka digandeng seorang lelaki jelek..
13 maret 2008
Tak urung sebuah kenyataan menghampirikku
Dia menampakkan wajah asing sekaligus baru bagiku
Sementara kekasih abadi kita waktu selalu menyertaiku
Menemaniku dengan setia dalam suka dan duka
Waktu adalah kekasih kita
Semilir angina menerpa tubuh yang kepanasan
Di atas selubung kerinduan yang oleh tebal panorama
Indah pertemuan di alam mendatang
Do’a terucap oleh mata nurani
Sayup-sayup terdengar oleh kepakan sayap jibril
Menyambutnya dalam benderangnya cahaya purnama malam ini..
Besok ujian kata tubuh ini
Aku harus berangkat dalam malam ini
Tersebutllah hati harapan hangat
Memeluk jiwa yang kedinginan oleh kerinduan yang menjemput kekasih sejati
Dalam malam pencarian di sepanjang jalan kehidupan
Yang mujur berjalan seorang pemuda menggendong harapan
Terlihat di pelupuk matanya
Dan dari lesung pipi senyumnya
5 11 06
Bumbu mentah
Kuingin kau jadi tempat dalam lidahku yang kelu
“gemblung” materi telah terlewati
Perkenalan sekali pertemuan
Makrifat cocok berawal dari kecintaan
Ternoda oleh nilai-nilai kebenaran
Suara tilawah itu bersaing dengan tilawahmesin bernada monoton
“jangan tanyakan apa makna sebuah kata
Tanyaka untuk apa makana itu difungiskan”
Jangan Tanya awal dan akhir
Bertanyanyalah akhir dari yang awal
Tali pusat manusia
Mengahantarkana dua alam yang berbeda
Komnetar mulut tak berpengetahuan
Jari itu masih mengacung tahiyat
Rebana itu masih ditepak-tepak tangan
Tilawah itu menggema di relung-relung langit
Melawan tarian-tarian binal yang memikat
Aku jadi bertanya
Kenapa matahari tetap saja tak mampu melawan mendung yang terus berkelindan dengan hujan…
Orang rebut berebut kata
Orang bingung dipermainkan kata
Orang mati diwajibkan berkata
Tangn agung itu masih mengenggam makna
Manusia hanya sibutk berusaha
Mengintip dan membuka jari jemari makna
Lirikan itu tetap tajam mengiris
Namun aku hanya terus mencoba berontak dari penjara simbl yang seslu menjadi harata dan tahata orang yang “edan” kata-kata
Tatapan itu tatap melirik tajam
Lalu apa yang akan engkau cari…sahabatku
“dalam bumbu mentah
Aku mengecap rasa pengetahuan”
……….
Layla dan majnun
Bukan hanya wanita yang perlu dimengerti
Tapi cinta juga ter;u sicintai
;ewat cinta yang tak haru sberkata
Jadilah anak-anak cinta
Yang selalu memeliharta idup
Amblah pelajaran dari layla dan majnun
Tapi jangan ikuti akhirn kisah mereka
Aku tak bisa lagi
Utnuk ungkapkan rasa lewat kata
Aku takut dengan kata-kataku
Cinta berkurang keindahannya
Biarkan cinta itu mengucap semsemuaNYA
Aku akan mengikuti di belakangnya
Tampa ragu dan gelisah
Walaupaun aku tak tahu
Apa sebenrarnya harikiat dai cinta
Semua terseah cinta
Aku yakin cinta juga menyerahkan dan menghambakan dirinya pada pencipta cinta
Akhirnya aku ucapkan
Langganan:
Postingan (Atom)