Rabu, 14 Mei 2008

di bibir samudra


di bibir samudra
terserah anda

sudah seharusnya kita
menikmati keindahannya

bukan menyesali ada
tapi mesyukuri adanya kita

ulu watu
di waktu sore tiba....

seperti manusia

seperti manusia
manusia seperti
semua terkumpul dalam bentuk nyata
berjajar kulit sapi yang telah terukir tangan perajin
wayang telah tertata dalam pertunjukkan
semua diam menunggu tindak dan perilaku sang dalang

semua terserah dalang
semua terserah wayang
tapi manusia bukan wayang
wayanglah bayangan manusia

seperti inilah ketika wayang berjajar
semua terdiam sepi
menunggu gerak tangan sang niyaga
memainkan irama dalam tabuh gamelan yang bertalu-talu
dalam sebuah lakon kehidupan tanpa nama

dari jejer hingga gara-gara
semua mata terpana
namun bukan pada keahlian pada sang dalang
melainkan pada sang setan yang bertahta
berkuasa pada lingkaran nafsu manusia
bukan pada gunungan wayang
yang dipegang dalang

semua terserah manusia

adikku

adikku sekarang sudah besar
ini foto sewaktu ia kecil
sekarang telah kelas VII smp...
di mana ia semakin tahu akan kebutuhan hidupnya
kebutuhan sekolahnya, yang perlu biaya besar bagi keluarga kecil seperti keluargaku sekarang ini untuk bisa mengenyam bangku pendidikan seperti anak indonesia yang lain.
sementara BBM konon akan naik
sementara uang sekolah juga mungkin akan semakin meningkat

do'akan kakakmu agar cepat berpenghasilan untuk membantu menopang biaya sekolahmu dan membahagiakan orang tua...
selamat berjuang di hari-hari ketika kondisi ekonomi semakin mencekik
semoga rejeki bapak dan ibu tetap ada, lancar, barokah dan mencukupi kebutuhan kita sekarang ini....
semangat!!!!!

Jumat, 09 Mei 2008

dunia sophie

(ketika "dunia sophie" terbeli)

kebetulan hari ini jum'at kliwon
HARDIKNAS, 2 mei 2008 tapi aku tidak ikut aksi...
ada prioritas lain yang harus dikerjakan
ini juga untuk pendidikan kemanusiaan...


tentang "dunia sophie"

sudah lama aku jatuh cinta padamu, tapi mungkin baru hari ini aku bisa mendekapmu, memelukmu, dan memandangmu sampai tiap-tiap centimeter bagian putih dan hitam warna pakaian luar dan pakaian dalammu..

adanya dirimu tidak lepas dari kausalitas peristiwa hari ini dan hari kemarin, terutama keberanian diriku untuk berhutang demi bisa menemuimu , memilikimu. yah memilikimu karena cinta bagiku adalah harus memiliki, bukan tidak harus memiliki.

kausalitas ini juga tidakterlpas dari kelembutan hati seorang Ahmed yang telah menjadi kran penghantar atau utusan Mikail untuk beradanya dirimu. keikhlasan dan kesediaan seekor makhluk "vespa"juga turut membantu mengantar sang pecinta sampai menuju pelaminan. pelaminan di sebuah bilik suci yang berpintu kayu jati pilihan dan daun pintu berwarna emas. berserta ranjang pengantin ungu yang bermotif beribu-ribu kuntum bunga surgawi.

konon ranjang itu adalah ranjang pengantin bagi para penjaga masjid dengan 40 bidadari langit yang bercahaya dan selalu terpesona dengan alam filsafat yang ada pada dirimu, dan juga ada pada kitab-kitab kehidupan yang telah tersimpan dalam Lauhul Mahfud-Nya

akhirnya semoga setiap energi yang aku persembahkan ketika bercinta dengan mu tidak sia-sia . semoga kelak lewat rahimmu lahir anak-ank kehidupan yang mampu dan mau membaca sekaligus berani berzina dengan kebaikan...

akhirnya
seperti kata Sokrates
"yang aku tahu bahwa aku tidak tahu"

ruang imajiner

di depan komputer
aku coba memposting baru....
tapi hari ini kenapa gagal terus...
akhirnya aku coba posting gambar bidadari dunia yang telah menjadi santapan publik.....
wajahnya masya allah,
aku jadi membayangkan berarti peri-peri syurga melebihi indah dan mulia akhlak seorang Nabila Syakieb ini kali yaa..heeeee....
ya sudahlah "jodoh di tangan TUHAN dan logikanya ketika kita tak pernah mencari berusaha untuk mendapatkannya tetap di tangan TUHAN" gitu kali...
ya sudahlah

robbana hablana min azwajina....lil muttaqina imamaa.Amiiin
(ternyata ada kesalahan dengan file yang mau aku posting)

Kamis, 01 Mei 2008

"Jerene wong aboge"


"TAJUG RUJUG, SANTRI MREBES MILI"

(Mushola banyak, banyak santri menangis)

Ungkapan ini keluar dari lisan Bapak Sanmuklas. Ungkapan ini dalam bahasa Indonesia berarti semakin banyak mushola, semakin banyak santri yang menangis. Ungkapan Jawa Banyumas konon diperoleh dari orang tua jaman dulu yang sudah mewanti-wanti kepada orang Jawa agar terus kuat menjaga kejawaannya. Jangan sampai orang Jawa hilang keJawaanya, karena di masa sekarang banyak orang Jawa yang tidak tahu asal usul kejawaannya.

Ungkapan tajug rujug lebih khusus berisi prediksi bahwa nanti setelah banyak tempat ibadah berdiri sebagai simbol semakin berkembangnya santri atau agamawan mengembangkan Islam atau kata rujug berarti sudah semakin banyaknya pemikiran dan golongan Islam di bumi Jawa ini nantinya akan terjadi santri mrebes mili atau banyak santri meneteskan air mata. Ini merupakan simbol dari kebingungan santri atau orang Islam yang mencari pegangan ajaran yang benar dan membawa keselamatan. Diyakini oleh informan bahwa ketika fenomena chaos karena kebingungan beragama ini terjadi maka akan muncul seorang Jawa yang akan mengembalikan bumi Jawa ini ”menjadi Jawa kembali”. Menurutnya datangnya Ratu Adil penyelamat Jawa ini adalah suatu keniscayaan yang akan terjadi.

Berkaitan dengan ungkapan filosofi tajug rujug santri mrebes mili, pengikut Aboge-Syattariyah atau Wong Aboge Cirebonan meyakini bahwa nantinya agama yang sekarang dipegang oleh ahli-ahli agama yang dengan berapi-api berdakwah di masjid-masjid atau mushola akan mengalami penurunan karena banyak umat yang mengalami kegalauan, keragu-raguan bahkan kebingungan dalam menjalankan dan mengamalkan ajaran Islam. Pada saat itulah nanti akan muncul ”seorang Jawa” yang bisa menjadi penyelamat (mesias) yang memberi petunjuk tentang agama Islam yang benar yang harus dijalankan oleh umat manusia.

Walaupun tidak menyebutkan nama aliran atau paham yang benar namun pengikut Aboge ini menyebut-nyebut bahwa nanti agama Islam yang sejati adalah agama Islam yang ada di Jawa yang dimiliki oleh orang Jawa. Diyakini bahwa orang pilihan yang kelak menjadi penyelamat dan penunjuk kebenaran itu sekarang belum muncul namun sedang bertapa mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi jaman akhir.

di sela adzan-iqomat

allahumma sholli wassallim 'alaa

sayyidina wamaulana muhammad


wajib ngaji wiwit ana ing bandulan

tumeka denselehake ning kuburan

aja ngemungaken isi isen weteng

mbesuk mati nemu kubur luwih peteng


ora liya kang madhangi ing kuburmu

ngamal soleh, ati resik tuwin ilmu


ayo konco, ayo konco padha ngaji

mbok menawa sue-sue bisa ngerti

yen wis ngerti nggo nglakoni

angabekti maring Gusti