Kamis, 11 Desember 2008

jaman edan

jaman edan sekarang
kalau tidak percaya tanya siapa saja
mahasiswa, petani, pejabat dan rakyat
tidak perlu kusebutkan satu-satu profesinya
yang penting tanya manusia

materi tertumpuk spiritualitas ambruk
khianat, maksiat, syahwat, aurat, uang rakyat
sudah menjadi barang nikmat
semua kumat tanpa pikir jernih
semua gila tanpa memikir ada yang waras
yang waras ada yang ikut gila

sejak mahasiswa sudah korupsi
sejak miskin telah mencuri
sejak belajar sudah curang
apalagi ketika sudah menjadi pejabat
apalagi kalau telah kaya
apalagi jika sudah belajar

jaman edan
di warnetpun kudengar paksaan
kudengar erangan, kudengar lenguh kelelahan
ini nyata sejak aku menulis kata sejak
jaman edan, ora edan ora keduman

mahasiswa kepercayaan orang tua
diberi dana diberi percaya
yah...erangan itu masih kudengar

si mahasiswi bilang
"ga mau"
bilik warnet berisik
bilik warnet gaduh
syahwat menjadi barang nikmat
aku juga akui itu

jaman edan...
edan...edan...
semua pembaca semoga tidak edan
tidak ikut-ikutan mainan setan
bikin anak terus menerus untuk goda manusia
tidak pernah mati sampai kiamat
goda manusia sampai khianat

edan...edan...
tidak mau tapi tertawa
tidak mau tapi mau
waras dan gila sama saja
dunia absurditas,
nihilisme
kampret...

gaduh terus di bilik belakangku
"mengaduh terus di selakangku"
mungkin itu katanya kalau boleh aku terka
setan tertawa tapi aku tak pernah tahu
hebat....sudah rampung....
ini nyata,
bukan bohong belaka

giganet, menjelang asyar
pasca wisuda

kebetulan atau kebenaran

di jogja aku melihat sepotong wajah yang lewat di depan kosan temanku.
wajahnya tak asing
aku yakin aku pernah melihatnya
aku berpikir sejenak
ternyata ini kali kedua aku melihat wajah yang cantik itu
benar ini aku kali kedua aku mengenali wajahnya

kemudian aku berpikir kembali
mengingat kembali dalam memori otakku
aku yakin telah dua kali ini melihat wajah itu
padahal pertama kali aku melihat wajah yang cantik itu....
dalam mimpi
yah....dalam mimpiku
aku yakin itu

ini kebetulan atau kebenaran?

Sabtu, 22 November 2008

21112008

aku kira hari ini aku akan mendapat hakku sepenuhnya sebagai seorang surveyor
ternyata harapan itu harus pupus karena berbagai alasan yang tidak masuk akal
alasan yang selalu dibuat-buat untuk menutupi segala alasan-alasan terdahulu
kapan bangsa ini akan maju jika seperti ini?

Senin, 10 November 2008

natural farming

natural farming
pertanian alami
pertanian nenek moyang
apapun istilahnya itu........

sehari bersama petani
begitu menggelikan
padahal bapakku seorang petani

apa ada beda antara petani?
ketika sebuah ruang belajar bersama dibuka dalam rumah rujen
semua semakin hidup



Jumat, 07 November 2008

slamet


dari sini menara itu lebih tinggi dari slamet
padahal slamet lebih tinggi dari menara itu
itu membuktikan indra pengelihatan sangat bergantung
pada jarak dan waktu

(untuk saudaraku ahmad khoerudin, SH
semoga perjalananmu ke Jakarta
membawa banyak hikmah)


pahlawan


ada pahlawan dimanamana
dirumah
disekolah
dijalan
didalam diri kita
namun kita tidak selalu menyadarinya.........
termasuk di pagi ketika kebersamaan itu

10 nopember

suatu pagi di bulan agustus
mereka berjalan antara darul hikmah menuju soesilo soedarman
selisih usia tak menjadi selisih kedekatan mereka
antara guru dan murid ngaji

senin besok 10 nopember 2008
mengenang untuk para leluhur bangsa
yang telah gugur menjadi kusuma
beratus tahun telah tidur
namun pada hakekatnya terus bangun dan hidup
dalam jiwa-jiwa generasi muda yang berani

dalam pagi menatap mentari
ketika siang mimpi dan mewujudkan mimpi
saat malam memanjatkan harapan

gambar ini akan menjadi tonggak
di mana usia akan menjadi saksi
antara kebersamaan mereka
ketika pagi menatap mentari
ketika rumput masih dimandikan embun suci
ketika jiwa-jiwa pahlawan hidup dalam diri-diri mereka

purwokerto, 8nopember2008
(untuk ustadz faris dan muktar beserta anak TPA darulhikmah grendeng)